- Bukan Artis Karbitan, Gaya Busana Agnes BerkelasPosted 85 days ago
- Makanan dan Minuman Khas dari BaliPosted 106 days ago
- 16 Febuari nanti sebuah asteroid akan dekati bumiPosted 106 days ago
- 8 Hotel Baru Paling Menarik di AsiaPosted 106 days ago
- Typhus, Mpok Nori dirawat seminggu di rumah sakitPosted 106 days ago
- Enam perempuan Malaysia jadi pekerja seks di AustraliaPosted 106 days ago
- Rebutan cowok, siswi SMA dipukuli orangtua muridPosted 106 days ago
- Tergoda Ragam Kelezatan Dim SumPosted 106 days ago
- Term & Condition SPEEDY INSTAN CARD Photo ContestPosted 107 days ago
- Siswa SD yang Menikah Dini di Bali Melahirkan PrematurPosted 107 days ago
Ratusan “ogoh-ogoh” di Denpasar mulai dinilai oleh tim penilai
Ratusan “ogoh-ogoh” atau patung raksasa berwujud menyeramkan di Denpasar mulai dinilai oleh tim penilai dalam parade “ogoh-ogoh” menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1935 yang jatuh pada 12 Maret mendatang.
“Kami menilai dari beberapa segi salah satunya dari tema atau pesan yang disampaikan melalui ‘ogoh-ogoh’ yakni menghilangkan sifat ‘Bhuta Kala’,” kata Ketua Panitia Pelaksana Parade “Ogoh-ogoh” Kota Denpasar, I Nyoman Astita, saat menilai “ogoh-ogoh” di Banjar Pande di Denpasar, Sabtu.
Menurut dia, selain tema dan pesan, kesan artistik ukiran khas Pulau Dewata juga menjadi kriteria penilaian.
Tim penilai mengunjungi 57 Banjar yang ada di Kecamatan Denpasar Timur dan selanjutnya akan dilanjutkan ke beberapa banjar yang ada di tiga kecamatan lainnya dengan total sebanyak 169 Banjar.
Sementara itu Ketua Sekaa Teruna-Teruni Dharma Putra Banjar Pande, Wayan Agus Budi Setiawan mengatakan bahwa tema yang diangkat dalam kreasi patung raksasa itu adalah kemenangan
Dharma melawan Adharma yang digambarkan melalui kekalahan Prabu Mayadenawa yang dikenal tamak.
“Kami mengangkat tema itu karena kebetulan Hari Raya Nyepi berlangsung cukup berdekatan dengan Hari Raya Galungan yang mengilhami kemenangan Dharma melawan Adharma,” ujarnya. (DWA)









