- Bukan Artis Karbitan, Gaya Busana Agnes BerkelasPosted 83 days ago
- Makanan dan Minuman Khas dari BaliPosted 104 days ago
- 16 Febuari nanti sebuah asteroid akan dekati bumiPosted 104 days ago
- 8 Hotel Baru Paling Menarik di AsiaPosted 104 days ago
- Typhus, Mpok Nori dirawat seminggu di rumah sakitPosted 104 days ago
- Enam perempuan Malaysia jadi pekerja seks di AustraliaPosted 104 days ago
- Rebutan cowok, siswi SMA dipukuli orangtua muridPosted 104 days ago
- Tergoda Ragam Kelezatan Dim SumPosted 104 days ago
- Term & Condition SPEEDY INSTAN CARD Photo ContestPosted 105 days ago
- Siswa SD yang Menikah Dini di Bali Melahirkan PrematurPosted 105 days ago
8 Jam setelah lahir prematur akhirnya bayi yang dilahirkan siswi SD meninggal
NI WAYAN J, siswi kelas VI SDN Jehem, Bangli, Senin (4/2) malam melahirkan bayi buah pernikahannya dengan Wayan Cidra, pria yang telah beranak dua. Namun bayinya meninggal, delapan jam setelah lahir.Ni Wayan J melahirkan secara normal di RSUD Bangli. Namun, bayi berkelamin perempuan seberat 600 gram yang lahir prematur itu hanya sempat menghirup udara bebas selama delapan jam. Selasa (5/2) kemarin pukul 04.00 wita bayinya meninggal dunia. Atas peristiwa itu, ayah dan ibu bayi malang tersebut menangis sejadi-jadinya di Ruang Kenanga RSUD Bangli.
Bupati Bangli Made Gianyar, S.H., M.Hum. sempat membesuk keduanya di RSUD Bangli. Ni Wayan J jiwanya dinilai masih labil, sehingga pihak RSUD Bangli masih melakukan observasi secara ketat. Sejumlah anggota Polres Bangli juga tampak berjaga-jaga di RSUD Bangli. Wayan Cidra mengaku pasrah atas peristiwa kematian bayinya dan kasus yang membelitnya. Ia memang sangat mengidamkan anak perempuan, karena kedua anak dari istri pertama berjenis kelamin laki-laki. Namun, harapannya itu pupus.
Sementara itu, Bupati Bangli Made Gianyar mengaku sangat prihatin atas kejadian ini. Ia mengharapkan semua masyarakat agar belajar dari kasus yang ada saat ini. Kasihan, mereka yang sudah tua semestinya menjaga masa depan anak-anak. Malah menenggelamkan masa depan anak itu. Apalagi Wayan Cidra jika dilihat dari kehidupan ekonomi rumah tangganya sudah teramat berat. Tetapi justru tanpa berpikir panjang malah makin membebani dirinya dengan persoalan seperti itu. Dua anak, dua istri dan dua orangtua. Hal ini merupakan beban hidup yang sudah berat, namun lebih diperberat lagi dengan hadirnya istri kedua yang masih di bawah umur.
Dirut RSUD Bangli dr. I Wayan Sudiana mengatakan, Ni Wayan J dirujuk menuju RSUD Bangli pukul 16.00 wita bersama suaminya. Saat masuk, petugas langsung melakukan observasi. Hasilnya, Ni Wayan J sudah mengalami bukaan lengkap. Sayangnya, dia belum siap untuk melakukan persalinan. Di samping itu, jika dilihat dari usia kandungan diperkirakan baru enam bulan. Diduga akibat tekanan psikologis yang dialami, membuat pasien banyak pikiran. Selanjutnya melahirkan bayi prematur.Setelah persalinan secara normal dilakukan pukul 20.00 wita, pihaknya melakukan pengawasan secara ketat untuk keduanya. Baik terhadap bayi maupun ibunya yang baru pertama melahirkan. ”Kami sudah berupaya semaksimal mungkin. Namun pada pukul 04.00 wita bayi itu meninggal dunia,” ujarnya
[balipost]








