- Bukan Artis Karbitan, Gaya Busana Agnes BerkelasPosted 84 days ago
- Makanan dan Minuman Khas dari BaliPosted 105 days ago
- 16 Febuari nanti sebuah asteroid akan dekati bumiPosted 105 days ago
- 8 Hotel Baru Paling Menarik di AsiaPosted 105 days ago
- Typhus, Mpok Nori dirawat seminggu di rumah sakitPosted 105 days ago
- Enam perempuan Malaysia jadi pekerja seks di AustraliaPosted 105 days ago
- Rebutan cowok, siswi SMA dipukuli orangtua muridPosted 105 days ago
- Tergoda Ragam Kelezatan Dim SumPosted 105 days ago
- Term & Condition SPEEDY INSTAN CARD Photo ContestPosted 106 days ago
- Siswa SD yang Menikah Dini di Bali Melahirkan PrematurPosted 106 days ago
Masuk RS karena Panas, Remaja Tewas Melepuh
Ade Satria Nasa Pramanta (15), seorang atlet silat di Bali, tewas mengenaskan dengan luka bakar mencapai 90 persen usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Wangaya, Denpasar, Sabtu (2/2/2013) lalu.
Keluarga menduga telah terjadi kesalahan penanganan pasien atau malapraktik karena korban yang awalnya hanya sakit panas dan mata setelah dirawat selama sembilan hari di RS Wangaya justru meninggal dengan tubuh melepuh.
Menurut keterangan dari pihak keluarga, korban awalnya mengeluh sakit mata dan badan sedikit panas. Remaja yang duduk di kelas X SMA Dwijendra Denpasar tersebut kemudian dibawa ke sebuah klinik di wilayah Pekambingan, Denpasar.
“Kemudian diberi obat oleh dokter sana. Setelah minum obat badan adik saya seperti terkena cacar, bintik-bintik, bercak-bercak merah. Setelah saya lihat ada yang aneh dengan adik saya, saya bawa ke RS Wangaya,” ujar Rama, kakak korban di RS Wangaya, Senin (4/2/2013) siang.
Rama menambahkan, dokter RS Wangaya yang merawat adiknya mendiagnosis korban mengalami alergi obat. Namun setelah dirawat selama sembilan hari, bukannya membaik kondisi korban justru terus memburuk.
“Setelah saya lihat kondisi adik saya yang semakin hari semakin memburuk, kondisinya seperti melepuh, luka bakar. Saya menduga ada kesalahan. Kesalahan ini yang ingin saya cari kenapa adik saya seperti itu,” jelas Rama.
Ade mengembuskan napas pada Sabtu (2/2/2013) di RS Wangaya, Denpasar. Saat ini jenazah korban masih berada di RS Wangaya dan pihak keluarga sangat terpukul dengan kematian korban yang mereka anggap janggal.













